Pages

Senin, 03 Desember 2012

Tugas ARTIKEL Pengantar Bisnis (5)


Nama : Joshua Harold Bintang
NPM  : 23212971
Kelas : 1EB17    


Rezeki Bisnis Televisi, Eddy Sariatmadja masuk daftar Orang Kaya

Makin berkibar setelah SCTV merger dengan Indosiar.


Jejak sukses Eddy K Sariatmadja, taipan media dengan bendera SCTV bisa dirunut sekitar empat tahun silam. Saat itu public dikagetkan tukar guling PT London Sumatera Plantations Tbk milik keluarga Sariatmadja, dan PT Indosiar Karya Mandiri milik keluarga Salim Grup.
Keluarga Sariatmadja harus melepas mayoritas saham perusahaan perkebunan kelapa sawit dan karet, PT PP London Sumatera Indonesia Tbk, ke keluarga Salim untuk mendapat saham Indosiar. Meski banyak kendala, transaksi dua keluarga besar ini pun kelar.

Pada 13 Mei 2011, keluarga Sariatmadja resmi mengendalikan Indosiar, dan kini menguasai 84,7 % saham. Ini adalah tonggak penting yang mendongkrak kekayaan keluarga Sariatmadja sehingga kini masuk peringkat ke-40 dari daftar 40 orang terkaya versi majalah Forbes 2012.

Adalah Eddy Sariatmadja, 59, salah satu penggagas megatransaksi itu. Dia putra pertama Mohamad Soeboeb Sariatmadja, pemilik grup media SCTV. Setelah menguasai Indosiar, Forbes mencatat kekayaan keluarga Sariatmadja kini sekitar US$730 juta, atau sekitar Rp 7 triliun.

Sebenarnya, kekayaan ini bukan murni dari SCTV dan Indosiar. Keluarga Sariatmadja sudah terlebih dulu membangun usaha sejak 1983 melalui PT Elang Komputer. Sebagai anak tertua, Eddy lah yang menjadi motor penggerak bisnis ini.

Elang Komputer bergerak di bidang distribusi computer. Lama-lama, perusahaan ini memperoleh kepercayaan menjadi distributor tunggal Compaq. Nama perusahaanya pun berubah menjadi PT Elang Mahkota Teknologi, atau kerap disebut Emtek.

Meraih gelar MSc pada 1980 dan B.Eng pada 1978 dari Universitas New South Wales, Sydney, Australia dalam bidang teknik, membuat Eddy piawai mengendalikan bisnis ini. Grup Emtek berkembang menjadi kelompok perusahaan modern dan terintegrasi. Grup ini memiliki 3 divisi utama, yaitu media, telekomunikasi, dan solusi teknologi Informasi, serta konektivitas.

Divisi media meliputi dua saluran televisi tidak berbayar, SCTV dan Indosiar, serta satu televisi local, O-Channel. Konon, SCTV bisa meraup pemirsa lebih dari 160 juta di lebih dari 240 kota di seluruh Indonesia. Kepemilikan saham keluarga Sariatmadja di stasiun ini melalui PT Omni Intivision, PT Indosiar Karya Media Tbk, dan PT Surya Citra Media Tbk.
Bisnis televisi ini lumayan gurih bagi Eddy Sariatmadja. Tengok saja PT Surya Citra Media(SCMA), perusahaan pemilik stasiun televise SCTV. Pada 2011, perusahaan itu membukukan laba bersih Rp.382,63 miliar di semester pertama, dengan pendapatan bersih Rp.1,115 triliun.

Dalam menjalankan konglomerasi ini, Eddy dibantu dua adik laki-lakinya, Fofo dan Darwin Sariatmadja.

Saham Meroket   
Sejak kabar bergabungnya Indosiar ke Grup Emtek bertiup,  saham PT Surya Cita Media Tbk pun merangkak naik. Pada awal 2009 hanya sekitar Rp300-400. Tapi pada akhir Oktober tahun itu melonjak hingga 2.650 persen, menjadi sekitar Rp11.000. 

Namun, pada akhir Oktober perusahaan memecah nilai saham 1:5 menjadi sekitar Rp2.200. Tentu saja, kapitalisasi SCTV melonjak tajam sepanjang empat tahun terakhir ini, dan mengangkat kekayaan keluarga Sariatmadja yang mengendalikan 85,5 persen melalui Emtek.

Begitu juga saham Indosiar yang saat di bawah Grup Salim tidur, juga langsung bangkit. Harga saham yang hanya sekitar Rp20-25, langsung meroket menjadi Rp6.100 pada Juli 2011. Terpaksa, saham yang mahal ini dipecah menjadi seperlima pada akhir September.

Aksi korporasi besar ini juga membawa saham induk usahanya, Emtek, terus melambung. Sejak kali pertama diperdagangkan pada 12 Januari 2010 sebesar Rp720 kini telah melonjak 580 persen lebih. Tentu, rezeki bisnis televisi ini kian memperbesar pundi kekayaan Eddy Sariatmadja.




Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id



0 komentar:

Poskan Komentar